Go to full page →

Bagian XIII—Penggunaan Uang MKB 348

Pasal 60—Para Penatalayan Allah MKB 349

Kita Harus Mengakui Hak Kepunyaan Allah. MKB 349

Yang menjadi dasar kejujuran dalam usaha dan keberhasilan sejati ialah pengakuan akan hak kepunyaan Allah sebagai Khalik alam semesta. Dialah Khalik, Pencipta segala sesuatu, Dia adalah pemilik yang sesungguhnya dari segala sesuatu. Kita adalah sekadar juru kunci-Nya. Segala sesuatu yang akan digunakan sesuai dengan petunjuk-Nya. MKB 349.1

Ini adalah suatu tugas kewajiban yang dipercayakan kepada setiap umat manusia. Ini ada kaitannya dengan segenap kegiatan umat manusia. Apakah kita mengakui atau tidak, kita adalah juru kunci, yang diperlengkapi dengan bakat dan talenta oleh Allah serta ditempatkan di dunia ini untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang ditentukan olehNya. 1Ed., p. 137 MKB 349.2

Uang bukan milik kita. Rumah, tanah, lukisan, perabot, pakaian, dan barang-barang mewah, semua itu bukan kepunyaan kita. Kita adalah musafir, kita adalah orang asing. Kita hanya diberi kuasa untuk menggunakan benda-benda itu bagi keperluan kesehatan dan kehidupan kita.... Berkat-berkat sementara itu diberikan kepada kita sekadar yang dipercayakan saja untuk membuktikan bahwa kita dapat dipercaya dengan harta kekayaan abadi. Jikalau kita bertekun dalam ujian pembuktian Allah itu, kemudian kita akan memperoleh harta kekayaan yang sungguh-sungguh dibeli itu, yang akan menjadi milik kita sendiri, yaitu kemuliaan, penghormatan, dan keabadian. 2Letter 8, 1889 MKB 349.3