Go to full page →

BAB 66—AJARAN SEHAT PI 273

Paulus menulis kepada Timotius, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya; mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu” (II Timotius 4:3-5). PI 273.1

“Ajaran sehat” adalah kebenaran Alkitab-kebenaran yang akan meningkatkan kesalehan dan pengabdian, meneguhkan umat Allah dalam iman. Ajaran sehat banyak artinya bagi si penerima; dan juga banyak artinya bagi sang guru, pendeta kebenaran; karena di mana saja Injil itu diberitakan, setiap pekerja, apa saja bidang pelayanannya, adalah termasuk pada salah satu yakni benar atau tidak benar terhadap tanggung jawabnya sebagai utusan Tuhan. PI 273.2

Paulus menulis kembali, “Benarlah perkataan ini: Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya” (II Timotius 2:11-14. PI 273.3

Ada orang pada zaman Paulus mendengar akan kebenaran, mengajukan pertanyaan yang tidak begitu penting, menyodorkan gagasan dan pendapat manusia, serta berusaha membelokkan pikiran guru dari kebenaran Injil yang agung, kepada perbincangan tentang teori-teori yang tidak bermanfaaat dan penyelesaian perselisihan yang tidak penting. Paulus mengetahui bahwa pekerja Allah harus bijaksana melihat rancangan musuh, dan menolak untuk diselamatkan atau diselewengkan Pertobatan jiwa harus menjadi beban pekerjaannya; ia harus mengkhotbahkan firman Allah, tetapi menghindari pertentangan. PI 273.4

“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah, tulisnya, “sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan” (II Timotius 2:15, 16). PI 273.5

Dewasa ini para pekerja Kristus berada dalam bahaya yang sama. Setan tetap bekerja untuk membelokkan pikiran ke dalam saluran-saluran yang salah, sehingga dengan demikian kebenaran itu dapat kehilangan kekuatannya terhadap hati. Dan kecuali pendeta-pendeta dan orang banyak mempraktikkan kebenaran dan disucikan olehnya, mereka akan membiarkan spekulasi sehubungan dengan masalah yang tidak penting bagi pikiran. Ini akan menyebabkan pertengkaran dan perselisihan; karena titik perbedaan yang tidak terhitung banyaknya akan timbul. PI 274.1

Orang yang berbakat telah mengabdikan seumur hidup belajar dan berdoa untuk menyelidiki Kitab Suci, namun masih banyak bagian Alkitab yang belum diperiksa sepenuhnya. Beberapa bagian Kitab Suci tidak pernah akan dimengerti dengan sempurna sampai dalam kehidupan pada masa yang akan datang Kristus baru akan menerangkannya. Ada rahasia-rahasia yang akan diungkap, pernyataan-pernyataan yang tidak dapat dijangkau pikiran manusia. Dan musuh akan berusaha menimbulkan alasan terhadap hal-hal ini, yang lebih baik tetap tidak diperbincangkan. PI 274.2

Seorang pekerja yang berbakti dan rohani akan menghindar dari pengemukaan perbedaan-perbedaan kecil secara teori, lalu mengerahkan tenaganya kepada pemberitaan kebenaran agung yang menguji yang akan diberikan kepada dunia. Ia akan mengarahkan orang kepada pekerjaan penebusan, hukum-hukum Allah kedatangan Kristus yang sudah dekat sehingga dalam pokok pembicaraan ini terdapat makanan yang cukup untuk pikiran. PI 274.3

Dahulu telah disampaikan kepada saya bahwa banyak teori yang tidak penting dan khayalan yang tidak berguna. Ada yang membela teori bahwa orang percaya harus berdoa dengan mata yang terbuka. Yang lain mengajarkan bahwa oleh sebab mereka yang bekerja melayani pada waktu dulu dalam pekerjaan yang suci ketika memasuki bait suci diharuskan membuka sandal mereka serta mencuci kaki mereka, maka orang beriman sekarang pun harus membuka sepatu mereka ketika memasuki rumah perbaktian. Malahan yang lain menunjuk kepada hukum keenam, dan menyatakan bahwa serangga-serangga yang mendera manusia pun tidak boleh dibunuh. Dan ada yang mengemukakan teori bahwa umat tebusan tidak akan mempunyai uban-seakan-akan ini merupakan suatu hal yang penting. PI 274.4

Kepada saya dikatan bahwa teori-teori ini adalah hasil pikiran yang tidak mengerti prinsip-prinsip Injil yang pertama. Dengan teori-teori ini musuh itu berusaha merendahkan kebenaran orang untuk zaman ini. PI 274.5

Mereka yang dalam khotbah mereka melewatkan kebenaran-kebenaran agung dari firman Allah dan hanya membicarakan hal-hal kecil, berarti tidak memberitakan Injil, melainkan sedang memberikan pemikiran sesat dan omong kosong. Biarlah pendeta-pendeta kita tidak menggunakan waktu dalam memperbincangkan masalah seperti itu. Biarlah mereka yang mempunyai pertanyaan tentang apa yang harus mereka ajarkan, pertanyaan tentang pokok pembicaraan di mana mereka patut diam, arahkanlah kepada pembicaraan atas Guru Besar itu, dan ikuti jalur pemikiran-Nya. Pokok-pokok pelajaran yang dianggap Yesus penting adalah pokok pelajaran yang harus kita berikan di rumah sekarang. Kita harus membangkitkan semangat para pendengar kita supaya berpegang pada pokok pelajaran tersebut yang berasal dari kekekalan. PI 274.6

Ketika pada satu kali seorang saudara datang kepada saya dengan me-nyatakan bahwa dunia ini rata, saya disuruh menyampaikan tugas yang diberikan Kristus kepada murid-murid-Nya, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku:... dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:19, 20). Sehubungan dengan pokok pembicaraan tersebut yaitu teori dunia rata, Allah berfirman kepada setiap jiwa, “Apakah artinya itu bagimu? ikutlah akan Daku. Aku telah memberikan kepadamu tugasmu. Tinggallah pada kebenaran besar yang bersifat menguji untuk zaman ini, bukan atas hal-hal yang tidak ada manafaatnya terhadap pekerjaan kita.” PI 275.1

Para pekerja Allah tidak boleh menggunakan waktu berspekulasi tentang keadaan apa yang akan berlaku di bumi yang baru. Adalah merupakan suatu kesombongan memanjakan diri dalam praduga dan teori mengenai masalah yang Tuhan sendiri tidak nyatakan. Ia telah mengadakan setiap persediaan demi kebahagiaan kita dalam kehidupan pada masa depan, dan kita tidak boleh berspekulasi sehubungan dengan rencana-rencana-Nya bagi kita. Kita pun tidak perlu mengukur kondisi kehidupan pada masa depan dengan kondisi kehidupan sekarang. PI 275.2

Kepada saudara-saudaraku yang sedang melayani saya hendak mengatakan, Beritakan firman itu. Jangan bawa kayu, jerami, tunggui ke landasan-yaitu dugaan-dugaan dan pemikiran-pemikiranmu sendiri, yang tidak bermanfaan bagi siapapun. Pokok-pokok pembicaraan yang sangat penting dinyatakan dalam firman Allah, dan inilah yang pantas terhadap pikiran kita yang paling dalam. Tetapi kita tidak usah menyelidiki hal-hal yang didiamkan Allah. PI 275.3

Bilamana pertanyaan-pertanyaan timbul atas hal yang tidak jelas dan pasti, marilah kita bertanya, “Apa kata Kitab Suci?” Dan jika Kitab Suci tidak mengatakan apa-apa tentang pertanyaan yang muncul itu, janganlah itu dijadikan pokok perbincangan. Biarlah mereka yang menginginkan sesuatu yang baru, mencari kebaruan hidup hasil dari kelahiran baru. Biarlah mereka menyucikan jiwa mereka dengan menaati kebenaran, dan bertindak sesuai dengan pelajaran yang diberikan Kristus. PI 275.4

Satu-satunya pertanyaan yang akan ditanyakan dalam penghakiman nanti adalah, “Sudahkah mereka taat kepada perintah-perintah-Ku?” Perselisihan dan perdebatan kecil atas masalah yang tidak penting tidak memperoleh tempat dalam rencana Allah. Mereka yang mengajarkan kebenaran haruslah orang yang berpikiran teguh, yang tidak akan memimpin pendengar mereka kepada semak berduri, sebagaimana adanya, dan meninggalkan mereka di sana. PI 276.1

Pengorbanan Kristus sebagai suatu pendamaian untuk dosa adalah kebenaran agung, kebenaran-kebenaran yang lain mengelilinginya. Supaya dapat dimengerti dan dihargai dengan betul, setiap kebenaran dalam firman Allah, dari Kejadian sampai Wahyu, harus dipelajari dalam terang yang mengalir dari salib Golgota. Saya menyampaikan kepadamu saat rahmat dan kelahiran kembali, keselamatan dan penebusan yang sangat besar-Anak Allah yang ditinggikan di atas salib. Inilah yang harus menjadi landasan setiap pembicaraan yang disampaikan oleh para pendeta kita. PI 276.2

Manusia yang diperlukan pada zaman ini adalah manusia yang dapat mengerti keperluan orang dan melayani mereka. Pelayan Kristus yang setia berjaga-jaga di setiap pos, memberi peringatan, memperbaiki, menasihati, melayani, dan memberi semangat kepada sesamanya, bekerja dengan Roh Allah, yang bekerja di dalam dirinya dengan perkasa, supaya ia dapat menyatakan setiap orang sempurna dalam Kristus. Manusia seperti itu diakui di surga sebagai seorang pendeta, mengikuti jejak-jejak Teladan besarnya. Testimonies for the Church, Jilid 4, hlm. 416. PI 276.3