Go to full page →

26 — DI KAPERNAUM KSZ1 261

KAPERNAUM menjadi pusat pekerjaan Yesus. Dari negeri inilah Ia mengadakan perjalanan pergi dan pulang, dan oleh sebab itu negeri ini telah dikenal sebagai “tanah tumpah darah-Nya.” Negeri ini terletak di atas pantai Danau Galilea dekat perbatasan padang rumput Genasaret yang indah. KSZ1 261.1

Tekanan berat danau itu memberikan pada padang rumput yang membatasi pantainya suatu iklim yang segar dari selatan. Di sini, pada zaman Kristus berkembanglah pohon palem dan pohon zaitun dan di tempat inilah pohon buah-buahan dan kebun anggur, ladang hijau dan kembang yang indah semuanya diairi oleh aliran air yang hidup yang me-mancar dari dinding jurang yang curam. Pada tepi danau dan bukit-bukit kecil yang mengelilingi danau itu, terdapatlah kampung-kampung dan desa-desa kecil yang terpencar bagaikan titik-titik kecil pada bukit-bukit itu. Danau itu dipenuhi perahu-perahu nelayan. Di mana-mana manusia sibuk menyambung hidup . KSZ1 261.2

Kapernaum sangat tepat untuk menjadi pusat pekerjaan Juruselamat oleh karena letaknya pada jalan raya dari Damsyik ke Yerusalem dan dari Mesir ke Laut Tengah maka negeri ini adalah menjadi jalan raya lintas yang besar. Manusia dari berbagai tempat melalui kota ini atau menjadi tempat persinggahan orang-orang yang di dalam perjalanan. Di tempat inilah Yesus dapat bertemu dengan segala bangsa dan derajat manusia, kaya miskin, terhormat dan hina, dan dengan jalan ini pekabaran-Nya dapat dibawa ke negeri-negeri yang lainPenyelidikan akan nubuatan lebih terangsang, perhatian akan ditarik kepada Juruselamat, dan pekerjaan-Nya dibawa kepada dunia. KSZ1 261.3

Dengan tidak menghiraukan sikap Sanhedrin terhadap Yesus, orang banyak dengan penuh perhatian menanti perkembangan pekerjaan-Nya. Seisi surga menaruh perhatian. Malaikat sedang menyediakan jalan bagi pekerjaan-Nya, menggerakkan hati manusia dan menarik mereka kepada Juruselamat. KSZ1 262.1

Anak seorang bangsawan yang telah disembuhkan oleh Knstus di Kapernaum telah menjadi seorang saksi bagi kuasa-Nya. Pegawai istana dan isi rumahnya dengan hati yang penuh gembira menyaksikan kepercayaan mereka. Apabila diketahui bahwa Guru Besar berada di antara mereka itu, seluruh penduduk kota itu pun tergeraklah. Orang banyak membanjir datang kepada-Nya. Pada h an Sabat orang banyak aatang ke tempat perkumpulan sehingga ada yang harus pulang karena tidak dapat masuk. KSZ1 262.2

Semua orang yang mendengarkan Juruselamat “takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.” “Sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.” Lukas 4:32; Matius 7:29. Pengajaran ahli-ahli Taurat dan tuatua itu dingin dan menjemukan, hanya sebagai hafalan saja. Bagi mereka itu, firman Allah tidak ada kuasa. Pendapat dan tradisi mereka itu sendirilah yang dianggap sebagai pengganti ajaran Kitab Suci. Dalam upacara suci mereka mengakui, bahwa mereka menjelaskan akan hukum Taurat, tetapi tidak ada inspirasi dari Allah yang menggerakkan hati mereka sendiri, atau hati para pendengarnya. KSZ1 262.3

Yesus tidak menghiraukan segala macam perselisihan yang berlaku di antara bangsa Yahudi. Tugas-Nya ialah menyampaikan kebenaran. Perkataan-Nya memberi cahaya kepada ajaran bapa-bapa dan nabi-nabi dan Kitab Suci itu datang kepada manusia sebagai suatu kenyataan yang baru. Belum pernah sebelumnya para pendengar-Nya memahami sedalam saat ini akan maksud yang tersembunyi di dalam firman Allah. KSZ1 262.4

Yesus menemui orang banyak itu dengan latar belakang hidup masing-masing, sebagai seorang yang telah mengenal akan kebimbangan mereka. Ia menjadikan kebenaran itu sangat indah, karena Ia menge-mukakannya dengan jalan yang sangat ringkas dan sederhana. BahasaNya suci, halus, jelas bagai air yang mengalir. Suara-Nya bagaikan musik kepada mereka yang telah biasa mendengar nada suara rabi-rabi yang merata. Tetapi walaupun pengajaran-Nya sederhana, Ia berkata sebagai seorang yang mempunyai kuasa. Hal inilah menjadikan pengajaran-Nya itu berbeda dari ajaran-ajaran yang lain. Rabi-rabi berkata dengan perasaan bimbang dan ragu-ragu, seakan-akan Kitab Suci itu dapat ditafsirkan pada arti yang lain atau sama sekali bertentangan. Para pendengar tiap hari terlibat dalam keragu-raguan. Tetapi Yesus mengajarkan Kitab Suci sebagai suatu kuasa yang tidak dapat dipersoalkan lagi. Apa saja judul pelajaran-Nya, semuanya disampaikan dengan kuasa, seakan-akan perkataan-Nya tidak dapat dibantah lagi. KSZ1 262.5

Tetapi Ia sungguh-sungguh, bukan hanya bersemangat. Ia berkata se-bagai seorang yang mempunyai maksud yang tentu untuk dicapai. Ia menghamparkan kenyataan-kenyataan dunia kekal. Di dalam segala tema pembicaraan-Nya. Allah yang dinyatakan. Yesus berusaha untuk menghancurkan perangkap kebodohan yang mengikat manusia yang mengisap akan perkara-perkara duniawi. Ia menempatkan perkara-perkara kehidupan ini di dalam hubungan yang sebenarnya, sebagai lebih rendah dari perhatian yang kekal; tetapi Ia tidak mempersalahkan akan kepentingannya. Diajar-Nya bahwa surga dan dunia ini adalah berhu-bungan satu sama lain, maka oleh sebab itu suatu pengetahuan akan ke-benaran Ilahi menyediakan manusia itu lebih baik untuk melaksanakan tugas-tugas hidup setiap hari. Ia berkata sebagai seorang yang telah me-ngenal surga, dan sadar akan hubungan-Nya dengan Allah, tetapi mengenal juga persatuan-Nya dengan tiap-tiap anggota keluarga manusia. KSZ1 263.1

Pekabaran anugerah-Nya berbeda sesuai dengan pendengar-Nya. Ia tahu “memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.” Yesaya 50:4. Karena rahmat tertuang dari bibir-Nya, sehingga Ia dapat menyatakan kepada manusia dengan jalan yang paling menarik akan harta-harta kebenaran. Ia memiliki taktik untuk menemui pikiran yang mempunyai prasangka dan menakjubkan mereka dengan ilustrasi-ilustrasi yang me-narik perhatian. Oleh angan-angan-Nya saja Ia dapat menembusi hati tiap-tiap manusia. Perumpamaan-Nya diambil dari perkara-perkara hidup setiap hari, dan walaupun hal itu sederhana, tetapi padanya terkandung atti yang dalam dan ajaib. Burung-burung di udara, bunga bakung di padang, benih, gembala dan domba-domba dengan hal-hal .n, Kristus menjelaskan kebenaran yang baka; dan setelah itu apabila oendengar-pendengar-Nya mendapat kesempatan melihat perkara-perkara alam ini, mereka mengingat akan perkataan-Nya. Ilustrasi Kristus senan-tiasa mengulangi isi pelajaran-Nya. KSZ1 263.2

Kristus tidak pernah memuji-muji seseorang. Ia tidak pernah mengu-capkan sesuatu yang akan meninggikan perasaan an angan angan ti mereka, atau memuji mereka karena kepintaran mereka dalam penemuan mereka itu; tetapi ahli pikir yang dalam dan yang tidak mempunya, prasangka menerima pengajaran-Nya, dan diterima oleh akal mereka itu. Mereka kagum karena kebenaran rohani yang dapat dinyatakan dalam bahasa yang paling sederhana. Orang-orang yang berpendidikan tertinggi pun tertarik dengan perkataan-Nya dan mereka yang tidak berpendidikan pun senantiasa mendapat faedah dari perkataanya. a mempunyai pekabaran bagi mereka yang buta huruf; dan Ia pun menjadikan orang kafir mengerti bahwa Ia mempunyai pekabaran bagi mereka itu. KSZ1 264.1

Belas kasihan-Nya dinyatakan oleh suatu jamahan kesembuhan bagi hati yang letih dan susah. Sampai di tengah-tengah suasana yang dibungkus oleh musuh-musuh yang dalam amarah. Ia diliputi suasana yang aman dan damai. Keelokan wajah-Nya, kerendahan tabiat-Nya, terlebih pula kasih yang dinyatakan pada wajah dan nada suara-Nya, telah menarik kepada-Nya segala orang yang hatinya belum c Leraskan oleh sifat tidak percaya. Jikalau bukan oleh roh yang manis dan penuh simpati yang bersinar di dalam segala tingkah laku dan perkataan-Nya, maka Ia tidak dapat menarik pendengar-pendengar yang banyak. Orang-orang yang menderita sengsara yang telah datang kepada-Nya. merasa bahwa Ia ber-sama mereka sebagai seorang sahabat yang setia dan lemah-lembut dan mereka rindu mengetahui lebih banyak tentang kebenaran yang diajarkan-Nya. Surga dibawa lebih dekat. Mereka rindu tinggal bersama Dia, agar hiburan kasih-Nya senantiasa bersama mereka itu. KSZ1 264.2

Yesus memperhatikan perubahan wajah pendengar-pendengar-Nya. Wajah yang menyatakan perhatian dan kesukaan, memberikan pada-Nya suatu kepuasan hati yang besar. Bilamana anak panah kebenaran menembusi jiwa, memecahkan segala rintangan cinta diri, dan mengadakan pe-nyesalan, dan akhirnya perasaan syukur, Juruselamat digembirakan hati-Nya. Apabila mata-Nya memandang seluruh pendengar-Nya, dan Ia me-ngenal wajah yang pernah dilihat-Nya dulu, wajah-Nya pun bersinar kegirangan. Ia melihat bahwa di antara mereka terdapatlah rakyat yang diharapkan bagi kerajaa^-Nya. Apabila kebenaran dengan jelas diutarakan dan menyentuh beberapa ilah yang dipelihara dalam hati, Ia memper-hatikan perubahan wajah, rupa dan sikap yang dingin, yang menyatakan bahwa terang itu tidak mendapat sambutan. Apabila Ia melihat orang banyak menolak pekabaran damai itu, sakitlah hati-Nya. KSZ1 264.3

Di dalam rumah ibadah Yesus menjelaskan mengenai kerajaan yang hendak dibangun-Nya, dan mengenai tugasnya untuk membebaskan segala tawanan Setan. Ia telah diganggu oleh suatu teriakan yang mengerikan. Seorang yang dirasuk Setan telah keluar dari orang banyak itu sambil berseru, katanya: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” KSZ1 265.1

Hadirin menjadi kacau dan takut. Perhatian orang banyak beralih dari Kristus serta perkataan-Nya tidak diperhatikan lagi. Inilah maksud Setan membawa mangsanya ke dalam rumah ibadah. Tetapi Yesus menghardik orang yang dirasuk ini, katanya: “Diam, keluarlah dari padanya! Dan Setan itu pun menghepaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak mengikutinya.” KSZ1 265.2

Pikiran orang yang malang ini telah digelapkan oleh Setan, tetapi di hadapan Juruselamat suatu pancaran cahaya telah menembusi kegelapan. Ia dibangunkan untuk merindukan kebebasan dari genggaman Setan; tetapi Setan menolak kuasa Kristus. Apabila orang yang dirasuk ini tergerak hatinya untuk meminta pertolongan kepada Yesus, roh jahat telah menaruh perkataan di dalam mulutnya dan berteriak dengan perasaan takut. Orang yang dirasuk ini mengerti sedikit saja bahwa ia berada di hadapan Seorang yang dapat membebaskan dia: tetapi bila ia berusaha untuk mencapai tangan yang berkuasa itu, ada yang menahan dia. ada perkataan yang lain keluar melalui bibirnya. Pergumulan di antara kuasa Setan dan kerinduannya sendiri untuk kebebasan sangatlah hebat. KSZ1 265.3

Ia yang telah mengalahkan Setan di padang belantara sekali lagi berhadapan muka dengan muka dengan musuh-Nya. Setan mengeluarkan seluruh kuasanya untuk mempertahankan mangsanya. Kalah tempat ini, berarti akan memberikan suatu kemenangan kepada Yesus. Nampaknya orang yang tersiksa ini akan kehilangan nyawanya dalam pergumulan melawan musuhnya yang telah merusak hidupnya di masa dewasa. Tetapi Juruselamat berkata dengan kuasa dan telah membebas-kan orang ini. Orang yang dulu dirasuk Setan itu, kini berdiri di hadapan orang banyak dengan perasaan gembira karena bebas dari jajahan Iblis. Hingga Setan pun bersaksi akan kuasa Ilahi Juruselamat. KSZ1 265.4

Orang ini memuji Allah karena kelepasannya. Matanya yang tadinya kejam kini menyinarkan cahaya kecerdasan yang baru, dan meneteskan air mata syukur. Orang banyak terpaku keheranan. Apabila mereka dapat berbicara kembali, mereka telah berkata satu sama lain. Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Markus 1:27 . KSZ1 266.1

Sebab-sebab penderitaan yang menjadikan orang ini sebagai tontonan bagi sahabat-sahabatnya dan beban bagi dirinya sendiri terletak pada ke-hidupannya sendiri. Ia sangat tertarik dengan kesenangan sa, n telah bermaksud untuk menjadikan hidup itu suatu kesenangan yang luar biasa. Ia tidak pernah impikan bahwa ia akan menjadi teror bagi dunia dan celaan bagi keluarganya. Ia merasa bahwa waktunya dapat dipergunakan untuk perkara yang sia-sia. Tetapi sekali ia mengambil jalan ke bawah, maka langkahnya pun menurun. Sifat tidak bertarak dan kebodohannya merusak sifat-sifat yang baik dalam dirinya dan ia jatuh sepenuhnya di bawah kekuasaan Setan. KSZ1 266.2

Penyesalan datangnya telah terlambat. Di saat ia hendak mengorbankan seluruh kekayaan dan kesenangannya untuk kedewasaannya yang telah hilang itu, ia putus asa dan merasa tidak berdaya dalam genggaman si jahat itu. Ia telah menempatkan dirinya pada daerah musuh, dan Setan memiliki seluruh hidupnya. Penggoda telah membujuk dia dengan banyak hal yang menarik; tetapi apabila roh jahat ini mengamuk dalam dirinya maka ia berubah menjadi seorang yang kejam dan berbahaya. Demikian pula dengan orang yang menyerahkan dirinya kepada kejahatan; kesenangan hidup mereka yang mula-mula itu, lenyap ditelan kegelapan kecemasan atau keganasan jiwa yang telah rusak. KSZ1 266.3

Roh jahat yang telah menggoda Yesus di padang belantara, dan merasuk orang gila di Kapemaum, roh itu pula yang mengendalikan orangorang Yahudi yang tidak percaya. Tetapi bagi mereka itu ia masukkan roh merasa diri suci, berusaha menipu mereka dalam motif mereka untuk menolak Juruselamat. Keadaan mereka sebenarnya adalah lebih menyedihkan daripada orang yang dirasuk Setan itu; karena mereka merasa bahwa mereka tidak memerlukan Kristus dan oleh sebab itulah mereka dipegang teguh di bawah kuasa Setan. KSZ1 267.1

Masa pelayanan pribadi Kristus di antara manusia adalah menjadi suatu masa yang sangat sibuk bagi bala tentara kerajaan kegelapan. Berabad-abad lamanya Setan beserta malaikat-malaikatnya telah berusaha mengendalikan tubuh dan jiwa manusia dengan membawa ke atas mereka itu dosa dan penderitaan; lalu dengan dosa dan penderitaan ini ia menuduh Allah. Yesus sedang menyatakan tabiat Allah kepada manusia. Ia sedang merombak kuasa Setan dan membebaskan segala tawanannya. Hidup, kasih dan kuasa yang baru dari surga sedang bekerja dalam hati orang banyak dan putra kejahatan bangkit hendak menyatakan kuasa kerajaannya. Setan memanggil seluruh tentaranya, dan dalam setiap langkah menentang akan pekerjaan Kristus. KSZ1 267.2

Demikian akan terjadi dalam perjuangan terakhir di antara kebenaran dan dosa. Di kala hidup baru dan terang dan kuasa sedang turun dari atas pada murid-murid Kristus, suatu hidup baru muncul dari bawah dan me-nguatkan agen-agen Setan. Suatu kuasa besar sedang merebut segala anasir duniawi. Dengan kecerdikan yang diperoleh pada sepanjang abadabad pergumulan, putra kejahatan bekerja dengan menyamar. Ia nampak berpakaian sebagai malaikat terang dan orang banyak “akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran Setan-setan.” I Tim. 4:1. KSZ1 267.3

Pada zaman Kristus pemimpin-pemimpin dan guru-guru orang Israel tidak berdaya menolak pekerjaan Setan. Mereka sedang melalaikan alat satu-satunya yang olehnya mereka dapat mengalahkan roh-roh jahat. Adalah oleh firman Allah sehingga Kristus telah mengalahkan si jahat. Pemimpin-pemimpin orang Israel mengaku bahwa mereka adalah orangorang yang menjelaskan firman Allah, tetapi mereka telah mempelajarinya hanya untuk mempertahankan tradisi-tradisi mereka itu dan untuk memperkuat upacara-upacara buatan manusia. Oleh tafsiran mereka itu, mereka memberikan perasaan-perasaan yang tidak pernah diberikan oleh Allah. Penjelasan mereka hanyalah mengaburkan apa yang telah dijelaskan Allah. Mereka berdebat tentang istilah-istilah yang tidak perlu dan menyangkal kebenaran yang sangat penting. Dengan jalan ini roh tidak percaya ditabur lebih meluas. Firman Allah itu dirampas kuasanya dan roh jahat menjalankan kehendaknya. KSZ1 267.4

Sejarah terulang. Dengan Alkitab terbuka di hadapan mereka dan mengaku menghormati akan pengajarannya, banyak pemimpin agama pada zaman kita ini sedang merusak kepercayaan mereka terhadap buku itu sebagai firman Allah. Mereka sibuk membahas arti setiap kata, dan memberikan pendapat mereka sendiri mengenai arti sebutan yang telah sangat jelas diberikan oleh Tuhan. Di dalam tangan mereka kuasa firman Allah yang memberikan hidup yang baru itu hilang. Inilah sebabnya mengapa roh tidak percaya cepat berkembang dan kejahatan itu menang. KSZ1 268.1

Apabila Setan telah dapat melemahkan kepercayaan seseorang terhadap Kitab Suci, ia memimpin orang itu kepada sumber terang dan kuasa yang lain. Dengan jalan demikian ia memasukkan dirinya sendiri. Mereka yang berpaling dari ajaran Kitab Suci yang benar dan dari kuasa Roh Allah yang meyakinkan itu, sedang mengundang kuasa Setan untuk menguasai dirinya. Kritikan dan spekulasi mengenai Kitab Suci telah membuka jalan bagi spiritisme dan teosof, paham yang asalnya dari kekafiran zaman dahulu tetapi telah dipermodem—yang telah merambat ke dalam gereja-gereja yang percaya akan Yesus Kristus. KSZ1 268.2

Berdampingan dengan ajaran Injil, pembantu Setan sedang bekerja tetapi hanyalah sebagai alat media roh-roh dusta. Ada orang yang mulamula hanya ingin mengetahui, tetapi oleh karena melihat hasilnya, maka selangkah demi selangkah ia tertarik dan akhirnya ia telah dikuasai oleh suatu kemauan yang lebih kuat dari kemauannya sendiri. Ia tidak dapat meluputkan dirinya dari kuasa yang ajaib itu. KSZ1 268.3

Pertahanan jiwa telah rubuh. Ia tidak mempunyai tembok lagi untuk menghalangi dosa. Apabila sekali firman Allah dan Roh-Nya ditolak, ada seorang manusia yang mengetahui sampai berapa dalamnya ia akan tenggelam. Dosa-dosa tersembunyi atau hawa nafsu tertentu yang menjajah dia sebagai seorang tawanan sebagaimana orang yang dirasuk Setan di Kapernaum. Walaupun demikian keadaannya belum juga putus asa. KSZ1 268.4

Alat yang dapat mengalahkan si jahat ialah alat yang telah dipergunakan Yesus mengalahkan Setan, kuasa firman Allah. Allah tidak mengendalikan pikiran kita tanpa persetujuan kita; tetapi jika kita rindu mengetahui dan melakukan kehendak-Nya, perjanjian-Nya akan menjadi milik kita: “Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu ajaran-Ku.” Yohanes 8:32; 7:17. Oleh percaya akan perjanjian ini, setiap orang dapat d ;paskan dari jerat kesalahan dan kuasa dosa. KSZ1 269.1

Tiap-tiap orang bebas memilih kuasa mana yang ia mau agar memerintah dirinya. Walaupun seorang yang telah jatuh begitu rendah, atau begitu najis, ia mendapat kelepasan di dalam Kristus. Orang yang dirasuk Setan ini sebagai pengganti doa, ia hanya dapat mengucapkan perkataan dari Setan; akan tetapi isi hatinya yang tidak dapat dikeluarkan itu telah didengar. Tidak ada tangisan dari suatu jiwa di dalam kebutuhan, walaupun tidak dapat dikeluarkan di dalam perkataan yang tidak akan diperhatikan. Mereka yang rela masuk dalam hubungan janji dengan Allah di surga tidak akan dibiarkan dalam kuasa Setan atau di dalam kekurangan diri mereka. Mereka diundang oleh Juruselamat, “kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku!” Yesaya 27:5. Roh kegelapan akan berperang bagi jiwa untuk takluk di bawah pemerintahannya, tetapi malaikat Allah akan merebut jiwa-jiwa itu dengan kuasa kemenangan. Tuhan berkata: “Dapatkah direbut kembali jarahan dari pahlawan atau dapatkah lolos tawanan orang gagah? Sungguh, beginilah firman Tuhan: ‘Tawanan pahlawan pun dapat direbut kembali, dan jarahan orang gagah dapat lolos, sebab Aku sendiri akan melawan orang yang melawan engkau dan Aku sendiri akan menyelamatkan anak-anakmu.”‘ Yesaya 49:24, 25. KSZ1 269.2

Ketika hadirin di dalam rumah ibadah masih sedang tercengang keheranan, Yesus meninggalkan tempat itu menuju ke rumah Petrus untuk beristirahat sedikit. Tetapi di rumah ini juga telah ditimpa bayangan gelap. Mertua Petrus sedang terbaring sakit, “demam keras.” Yesus menghardik penyakit itu dan ibu ini pun bangkitlah dan telah melayani Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya. KSZ1 269.3

Kabar tentang pekerjaan Kristus dengan cepat tersebar di seluruh negeri Kapernaum. Karena takut kepada rabi-rabi, maka orang tidak berani datang untuk disembuhkan pada hari Sabat; tetapi tidak lama setelah sang surya kembali keperaduannya, terdengarlah suara orang banyak Dari se-tiap rumah, toko, pasar, seluruh penduduk kota itu berduyun-duyun menuju ke rumah yang sederhana di mana Yesus sedang berteduh. KSZ1 269.4

Orang sakit diusung, ada pula dengan tongkatnya, atau ditolong oleh kawan-kawannya, dengan perlahan-lahan mereka datang pada Juruselamat. KSZ1 270.1

Jam demi jam mereka datang dan pergi; karena tidak ada seorang yang dapat mengetahui jika besok mereka masih akan mendapat Tabib Besar berada di antara mereka itu. Belum pernah penduduk Kapernaum meng-alami hari yang seperti ini. Udara penuh dengan suara menangan dan seru an kelepasan. Juru selamat telah bersuka di dalam kesukaan yang telah dibangunkan-Nya. Sementara Ia menyaksikan penderitaan mereka yang telah datang kepada-Nya, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan, dan Ia bersuka di dalam kuasa-Nya mengembalikan kesehatan dan kebaha-giaan mereka. KSZ1 270.2

Sampai pada orang sakit yang terakhir barulah Yesus berhenti seje-nak. Telah jauh malam, saat orang banyak meninggalkan rumah Simon. Ketika hari yang panjang dan menggembirakan ini telah lalu, maka Yesus mencari perhentian Tetapi selagi kota itu berselimutkan kesunyian malam, Juruselamat “Pagi-pagi benar, ... Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. KSZ1 270.3

Demikianlah hari-hari itu dipergunakan dalam kehidupan Yesus selagi Ia berada di atas dunia ini. Ia sering mengizinkan murid-murid-Nya pulang untuk mengunjungi rumah mereka itu dan beristirahat; tetapi dengan sopan Ia menolak usaha mereka untuk menarik Dia dari pekerjaan-Nya. Sepanjang hari Ia bekerja, mengajar orang yang bodoh, menyembuhkan orang yang sakit, mencelikkan orang yang buta, memberi makan orang banyak; dan pada waktu malam atau pada waktu diri hari, Ia pergi ke bait suci perbukitan untuk berhubungan dengan Bapa-NyaSering ia tidak tidur sepanjang malam karena berdoa dan merenung, dan kembali bila fajar menyingsing kepada pekerjaan-Nya di antara orang banyak. KSZ1 270.4

Pagi-pagi benar, Petrus dan kawan-kawannya datang kepada Yesus dan mengatakan bahwa orang-orang Kapernaum sementara mencari Dia. Murid-murid merasa sangat dikecewakan dengan sambutan yang dialami Yesus selama ini. Penguasa-penguasa di Yerusalem sedang berusaha membunuh Dia; sampai kepada orang-orang sekampungnya sekalipun berusaha untuk mengambil nyawa-Nya; tetapi di Kapernaum Ia telah disambut dengan penuh kesukaan, dan pengharapan murid-murid mendapat cahaya yang baru. Mungkin di antara rakyat Galilea yang mencintai kemerdekaan akan didapat kerajaan yang baru itu. Tetapi mereka terkejut bila mendengar Yesus berkata: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” KSZ1 270.5

Di dalam kehebohan yang terjadi di Kapernaum, terdapat suatu bahaya yaitu tujuan pekerjaan-Nya akan disalahpahami atau tidak disimak. Yesus tidak merasa puas dengan menarik perhatian orang banyak kepada diri-Nya hanya sebagai seorang pembuat mukjizat atau seorang penyembuh penyakit-penyakit tubuh. Ia sedang berusaha menarik orang banyak kepada-Nya sebagai Juruselamat mereka. Di saat orang banyak rindu mempercayai bahwa Ia telah datang sebagai seorang raja, untuk mendirikan suatu pemerintahan duniawi, Ia rindu membalikkan pikiran mereka dari perkara duniawi kepada perkara rohani. Sukses secara duniawi itu hanyalah mengganggu pekerjaan-Nya. KSZ1 271.1

Dan ketakjuban orang banyak itu bertentangan dengan roh-Nya. Di dalam hidup-Nya tidak terselip roh membanggakan diri. Penghargaan yang diberikan dunia kepada kedudukan, kekayaan, atau talenta, adalah asing bagi Anak manusia. Tidak ada dari alat yang dipergunakan oleh manusia untuk mencapai penghargaan yang telah digunakan Yesus. Berabad-abad sebelum kelahiran-Nya telah dinubuatkan dari hal Dia. “Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya dijalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya” Yesaya 42:2-4. KSZ1 271.2

Orang-orang Farisi mencari penghormatan oleh upacara mereka yang saksama, dan kemegahan perbaktian dan perbuatan baik mereka. Mereka membuktikan semangat mereka dalam hal keagamaan oleh menjadikannya tema dalam segala perbincangan. Pertikaian di antara sekte-sekte yang bertentangan adalah sangat nyaring dan lama; tidak dirasa aneh lagi mendengar di jalan-jalan raya suara kemarahan ahli-ahli hukum yang sedang berdebat. KSZ1 271.3

Tetapi kehidupan Yesus jauh berbeda dengan cara yang disebut di atas itu. Di dalam kehidupan-Nya tidak terdapat keributan pertikaian, ke-megahan perbaktian, tidak ada usaha untuk mendapat tepuk tangan. Kristus disembunyikan di dalam Allah, dan Allah dinyatakan di dalam tabiat Anak-Nya. Kepada kenyataan ini Yesus rindu agar pikiran orang banyak dipimpin, dan penghargaan mereka diberikan. KSZ1 272.1

Matahari Kebenaran tidak memancar menghiasi bumi ini, untuk me-nyilaukan perasaan dengan kemuliaan-Nya. Karena ada tertulis dari hal Kristus, “la pasti muncul seperti fajar.” Hosea 6:3. Dengan diam dan lembut, fajar memancar ke bumi mengusir bayang kegelapan dan mem-berikan kehidupan kepada bumi. Demikian pula dengan Matahari Ke-benaran terbit, “dengan kesembuhan pada sayapnya.” Maleakhi 4:2. KSZ1 272.2