Go to full page →

PASAL 115 - WAKTU UNTUK BERBAKTI AML 319

Dalam usaha membangkitkan dan meneguhkan kegemaran dalam mempelajari pelajaran Kitab Suci, kebanyakan tergantung atas cara penggunaan waktu untuk sembahyang. Waktu yang digunakan untuk berbakti pada pagi hari dan sembahyang sore haruslah menjadi yang paling manis dan paling menolong sepanjang hari itu. Baik juga dipahami agar pikiran-pikiran yang kurang baik dan tidak menyenangkan jangan masuk dalam waktu berbakti ini; bahwa ibu bapa dan anak-anaknya berkumpul hendak bertemu dengan Yesus, dan mengundang ke dalam rumah itu kehadiran malaikat-malaikat yang suci. Biarlah upacara sembahyang itu pendek dan penuh dengan kegembiraan, disesuaikan dengan waktu, dan yang saling berbeda dari satu waktu kepada yang lain. Biarlah semua turut berkumpul dalam pembacaan Kitab Suci, dan belajar dan sering mengulang-ulangi hukum Tuhan. Perhatian anak-anak akan bertambah kalau mereka itu kadang-kadang dibiarkan memilih bacaannya dari Kitab Suci itu. AML 319.1

Tanyalah mereka mengenai yang dibacanya, begitupun biarkan pula mereka itu mengadakan pertanyaan-pertanyaan. Sebutkan apa saja yang dapat menggambarkan artinya. Kalau waktu sembahyang janganlah lakukan terlalu lama, beri kesempatan untuk anak-anak itu turut berdoa, dan juga menyanyi, meski hanya satu ayat saja. AML 319.2

Untuk menjadikan saat berbakti berjalan sebagaimana layaknya, haruslah diperhatikan waktu yang cukup untuk menyediakannya. Dan ibu bapa harus mengambil waktu untuk mempelajari Kitab Suci setiap hari bersama anak-anaknya. Tentu saja hal yang demikian akan meminta banyak usaha dan rencana dan juga pengorbanan untuk menyampaikannya; akan tetapi usaha itu akan mendapat upah yang sebanyak-banyaknya.— Education, hal. 186. AML 319.3