Go to full page →

PASAL 121 - KESEDERHANAAN DALAM PAKAIAN AML 332

“Janganlah kamu menghiasi dirimu yang lahir, dengan rambut yang beranyam, dan memakai barang mas, atau memakai pakaian yang indah-indah, melainkan sifat yang baik pada batinnya, itulah perhiasan yang tiada akan binasa, yaitu perangai yang lemah-lembut dan pendiam, yang besar harganya di hadirat Allah.” AML 332.1

Pertimbangan manusia biasanya berusaha mengelakkan atau menge-sampingkan petunjuk-petunjuk yang datang langsung dari perkataan Allah. Sepanjang zaman, sebahagian besar dari orang yang mengaku pengikut-pengikut Kristus telah melalaikan segala perintah yang mendorong mengadakan penyangkalan diri dan kerendahan hati, yang menuntut kesederhanaan dalam hal percakapan, tingkah laku, dan pakaian. AML 332.2

Akibatnya pun adalah sama—menjauh dari ajaran injil berarti menuntun, istiadat, dan azas-azas dunia ini. Peribadatan yang sungguh- sungguh berubah menjadi adat kebiasaan yang tidak bernyawa. Kehadiran dan kuasa Allah, ditarik dari golongan-golongan yang cinta kepada dunia tersebut, yang terdapat dalam golongan orang yang berbakti dengan rendah hati, yaitu orang-orang yang mau menurut segala pengajaran Firman Suci. Hal serupa ini sudah berjalan terus menerus dari satu turunan kepada turunan yang lain. Berbagai-bagai sidang telah timbul ganti berganti, dan dengan meninggalkan kesederhanaannya, telah kehilangan sebahagian besar kuasanya yang semula. AML 332.3